xiao-genshin-impact
NamaXiao
VisionAnemo
SenjataTombak
Rarity★★★★★

Xiao ialah kepribadian dengan vision Anemo terkini di Genshin Impact; dia ialah Adeptus yang ialah penjaga kota Liyue, kedatangan Xiao disambut baik oleh para gamer GI; alasannya, Xiao ialah kepribadian yang sangat dinantikan dikala ini.

Pada peluang kali ini Gamesslot hendak memberikan kisah Xiao di Genshin Impact yang kami rangkum dari bermacam sumber. Nah untuk kamu yang telah menantikan kepribadian satu ini, ayo ikuti asal- usul kepribadian kesukaan kamu satu ini.

Cerita Genshin Impact Xiao

Ditengah badai diatas Lautan Guyun Stone Forest, wujud pria nampak dengan wajah yang muram; wujud tersebut membuktikan aura jahat yang sudah disegel oleh Geo Archon pada ribuan tahun kemudian di dasar tombak dalam bebatuan. Sekilas, anak muda tersebut teringat kenangannya kala masa perang archon ribuan tahun kemudian.

Dalam lamunannya, Xiao memandang kapal yang sangat besar terombang ambing dengan badai lautan. Setelah itu Xiao dengan kekokohannya sanggup menenangkan badai tersebut dan membukanya jalur yang bersa.

Dalam kapal tersebut merupakan Captian dari Armada Maritim kota liyue ialah the Crux( Beidou). Kapten Beidou setelah itu memandang ke wujud Adeptus yang kokoh yang sudah melindunginya dari terjangan badai yang sangat besar. Yup, Adeptus tersebut merupakan Xiao yang ialah pelindung Liyue semenjak ribuan tahun kemudian.

Sesungguhnya, Xiao bukan ialah nama asli dari Adeptus satu ini, Xiao mempunyai nama Alatus, yang mempunyai artis selaku Golden Wings; ataupun si raja yang mempunyai sayap berkilau emas.

Untuk Xiao, nama Alatus cumalah suatu masa kemudian yang telah kelam serta berharap tidak terulang kembali. Alatus sendiri ialah seseorang Adeptus dengan istilah Yaksha serta berbeda dengan Adepti pada biasanya.

Satu perihal yang dikenal oleh para Yaksha, kalau bangsa Yaksha tersebut ialah Adepti yang brutal dan gila perang. Mereka ialah perwujudan dari senjata perang, serta mereka pula mempunyai kekuatan yang pantas buat diwaspadai oleh para monster, iblis serta apalagi para dewa sekalipun.

Dewa Perang

Xiao Genshin Impact

Xiao pula tidak lepas dari disebutnya selaku dewa perang. Tetapi kala seseorang dewa yang keji sukses memperbudak Alatus dengan mengenali kelemahan dari si Yaksha. Alatus setelah itu dituntut buat jadi senjata penghancur dari dewa tersebut.

Banyak nyawa yang telah melayang, banyak cita- cita yang telah sirna; serta banyak mimpi yang telah ditelan oleh perbuatan si Yaksha tersebut.

Alatus jadi salah satu nama yang sangat ditakuti, baik oleh para manusia, iblis, monster serta pula dewa sekalipun. Di medan perang, siapapun yang memandang siluet yang berkilau dengan memakai zirah bersayap emas; terpaksa wajib menghadapinya apapun yang hendak terjalin.

Alatus dibutakan oleh amarahan serta rasa benci atas si dewa keji yang telah memperbudaknya. Tidak terdapat sedikitpun rasa yang hirau hendak yang terjalin di medan perang.

Sampai kesimpulannya, si pangeran dari Adepti ialah Morax sang Archon Geo sukses mengalahkan dewa keja tersebut, dengan gugurnya dewa tersebut. Saat ini Alatus leluasa serta dapat berangkat kemanapun dia ingin.

Hendak namun, saking lamanya sehabis dia diperbudak, Alatus ataupun Xiao ini telah memutuskan mimpi bebasnya. Alatus menyangka Morax merupakan penyelamat hidup menurutnya; serta Alatus sangat berterimakasih pada Morak dengan menawarkan dirinya selaku senjata perang dari Morax.

Setelah itu sanga Archon sepakat dengan yang ditawarkan oleh Alatus, hendak namun apa yang jadi kontrak dari Morax sangat berbeda dengan yang diusulkannya. Xiao diberi tugas buat mensterilkan toksin serta pula emosi dari kebencian para dewa serta melindungi kota Liyue.

Setelah itu Morax pula mengenali kalau Alatus sangat mengidap ratusan tahun ini serta mengakhiri penderitaannya dengan membagikan suatu nama buat Alatus ialah dengan nama Xiao.

Menjadi Senjata Perang

Ini ialah awal kalinya untuk Alatus ataupun Xiao yang ialah senjata perang buat melindungi suatu kota yang bernama Liyue. Setelah itu Xiao merasakan kalau Morax bisa membagikan kedamaian dir bangsa Yaksha yang tadinya sangat kurang baik jadi perihal yang baru.

Dengan bangga Xiao menerima tawaran dari Morax serta jadi salah satu dari Guardian Yaksha serta jadi pasukan elite dari Yaksha tersebut. Dia bersama 4 Yaksha yang lain ialah Bosacius, Indarius, Menogias serta Bonanus.

Xiao kesimpulannya dapat melindungi Liyue dengan mensterilkan tiap ancaman dari para iblis serta permasalahan yang lain. Tetapi meski seseorang Yaksha, hendak namun para Yaksha tidak tahan terhadap kegelapan. Terdapat 3 dari 5 Yaksha lama- lama dimakan oleh Kegelapan serta kesimpulannya tewas.

Setelah itu Boscius yang masih bertahan seketika menghilang tanpa jejak. Setelah itu Xiao pula terbawa- bawa kegelapan tetapi masih dapat bertahan dengan komsumsi obat yang bisa menahan rasa sakitnya. Obat tersebut mempunyai dampak samping yang besar serta tidak terdapat satupun yang bisa bertahan tidak hanya Xiao.

Xiao jadi Guardian Yaksha terakhir serta masih melaksanakan tugasnya sampai saat ini, Yaksha mulai berteman dengan para manusia serta mulai menekuni salah satu metode Exorcism. Xiao dengan para Exorcism yang lain setelah itu mengemban tugas buat membagikan Liyue dari roh jahat serta pula melindunginya.

Note: Para Exorcism yang melindungi Liyue bersama Xiao antara lain merupakan Chongyun, Xingxiu serta masih banyak yang lain yang jadi kepribadian Playable di Genshin Impact.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.